SAMPLING BATUBARA

I. Pendahuluan

Dalam transaksi pembelian batubara, bukan hanya kuantitas yang menjadi perhatian utama, tetapi juga kualitasnya karena menjadi salah satu faktor yang menentukan harga batubara, selain itu menjadi penentu apakah batubara tersebut diterima atau ditolak oleh buyer oleh karena itu pengukuran kualitas harus dilakukan secermat mungkin. Baca entri selengkapnya »

PENGARUH DAN GANGGUAN MOISTURE BATUBARA TERHADAP OPERASI

1. Penanganan dan Penggerusan

  • Moisture yang tinggi dapat meningkatkan biaya operasi transportasi, handling dan adanya penambahan peralatan. Baca entri selengkapnya »

KLASIFIKASI BATUBARA

     Batubara bukan hanya merupakan material yang heterogen tapi juga merupakan material yang jenisnya beragam. Jenis batubara dapat dilihat dari umurnya atau ranknya, kandungan mineralnya atau grade, elemen tanaman pembentuk batubara (type) dan kegunaan batubara tersebut. Baca entri selengkapnya »

INORGANIK MATTER AND ORGANIK MATTER BATUBARA

   A. INORGANIK MATTER (Zat Anorganik) BATUBARA 

     Elemen dari zat anorganik disebut dengan mineral atau disebut juga dengan mineral matter.

satu hal yang selalu perlu diingat bahwa batubara tidak mengandung abu akan tetapi mengandung mineral, abu hanyalah residu sisa dari pembakaran batubara. Baca entri selengkapnya »

MOISTURE BATUBARA (bagian 2)

Keberadaan moisture dalam contoh batubara yang halus sangat dipengaruhi oleh tingkat oleh tingkat kelembapan serta suhu dimana contoh tersebut berada, oleh karena itu nilainya dari waktu ke waktu dan dari suatu tempat ke tempat lainnya dapat berubah mengikuti perubahan kondisi di mana contoh tersebut berada. Baca entri selengkapnya »

MOISTURE BATUBARA (bagian 1)

Pada dasarnya air yang terdapat di dalam batubara maupun yang terurai dari batubara apabila dipanaskan sampai kondisi tertentu, terbagi dalam bentuk-bentuk yang menggambarkan ikatan serta asal mula air tersebut di dalam batubara.

Ada dua bentuk/wujud moisture pada batubara yakni air yang terdapat di dalam batubara dalam bentuk H2O dan air hasil penguraian zat organik yang ada dalam batubara karena adanya oksidasi terhadap batubara tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Parameter-parameter dalam analisa batubara

1.Analisis proksimat batubara (coal proximate analysis)

Analisis proksimat batubara bertujuan untuk menentukan kadar Moisture (air dalam batubara) kadar moisture ini mengcakup pula nilai free moisture serta total moisture, ash (debu), volatile matters (zat terbang), dan fixed carbon (karbon tertambat). Moisture ialah kandungan air yang terdapat dalam batubara sedangkan abu (ash) merupakan kandungan residu non-combustible yang umumnya terdiri dari senyawa-senyawa silika oksida (SiO2), kalsium oksida (CaO), karbonat, dan mineral-mineral lainnya,Volatile matters adalah kandungan batubara yang terbebaskan pada temperatur tinggi tanpa keberadaan oksigen (misalnya CxHy, H2, SOx, dan sebagainya),
Fixed carbon ialah kadar karbon tetap yang terdapat dalam batubara setelah volatile matters dipisahkan dari batubara. Kadar fixed carbon ini berbeda dengan kadar karbon (C) hasil analisis ultimat karena sebagian karbon berikatan membentuk senyawa hidrokarbon volatile. Baca entri selengkapnya »

Basis dalam perhitungan hasil analisa Batubara

Basis dalam perhitungan hasil analisa batubara adalah dasar yang dipakai untuk menyatakan nilai dari suatu parameter dan menginterpretasikan nilai tersebut pada kondisi tertentu batubara. Interpretasi dari basis tersebut sesuai dengan istilah basis tersebut, misalkan seperti basis basis di bawah ini ;

·         As received/as sampled basis (ar) = nilai parameter atau kualitas batubara pada saat batubara tersebut diterima / disampling. Baca entri selengkapnya »