INORGANIK MATTER AND ORGANIK MATTER BATUBARA

   A. INORGANIK MATTER (Zat Anorganik) BATUBARA 

     Elemen dari zat anorganik disebut dengan mineral atau disebut juga dengan mineral matter.

satu hal yang selalu perlu diingat bahwa batubara tidak mengandung abu akan tetapi mengandung mineral, abu hanyalah residu sisa dari pembakaran batubara.

Kadar miniral matter di dalam batubara bisa didapat melalui uji di laboratorium. Mineral matter yang terdapat di dalam batubara terbagi dalam dua bentuk :

1. INHERENT MINERAL

Material ini terdapat di dalam batubara dalam bentuk partikel halus yang tersebar keseluruh bagian batubara, pada dasarnya sebagian material ini ialah unsur-unsur anorganik yang berasal dari tumbuhan yang membentuk batubara tersebut dan sebagian lainnya berasal dari material sampingan yang terbawah ke dalam batubara selama proses pembentukan batubara, oleh karena itu jumlah serta sifat mineral dalam batubara setiap lapisannya berbeda. Hampir dapat di pastikan bahwa mineral ini tidak dapat dipisahkan dari batubara dengan cara mekanis (pencucian) berdasarkan bentuk ikatan mineral ini dengan batubara.

2. EXTRANEOUS MINERAL

Zat-zat mineral ini berasal dari lapisan floor, roof serta dirt band yang terbawah kedalam batubara pada saat berlangsungnya proses penambangan dan terkadang mineral ini disebut juga sebagai “Free stone”.

     Pada umumnya tingkat banyaknya kandungan mineral pada batubara bervariasi mengikuti ukuran partikelnya dimana partikel yang lebih halus akan mempunyai kandungan mineral yang lebih tinggi sehingga proses liberasi dengan penggilingan ke ukuran yang lebih kecil dapat dimanfaatnkan.

     Tingkat banyaknya kandungan mineral dalam batubara yang diperlukan diukur berdasarkan pemanfaatan batubara tersebut. Pada batubara tertentu kandungan mineral yang terlalu rendah mungkin sama tidak diinginkannya dengan kalau kandungan mineralnya terlalu tinggi, contohnya kandungan mineral yang terlalu rendah pada “mechnical stoker” dapat menyebabkan overheating pada grate (jeruji).

     Kalau dilihat dari segi ekonomi, kuantitas kandungan abu merupakan faktor yang sama pentingnya dengan kualitas serta sifat abu suatu batubara akan tetapi konsistensi kualitas batubara (% abu) pada pengiriman-pengiriman batubara berikutbya faktor yang jauh lebih penting.

B. ORGANIK MATTER (Zat Organik) BATUBARA

     Organik matter adalah satu-satunya komponen batubara yang menghasilkan kalori pada proses pembakaran. Penguraian komponen batubara ini dapat dilihat dari dua sisi berbeda. Pertama dilihat dari sisi bagian jenis tanaman awal yang membentuknya sedangkan sisi yang kedua dilihat dari unsur-unsur yang membentuknya. Dilihat dari sisi bagian dan jenis tanaman awal yang membentuknya komponen batubara ini diuraikan menjadi beberapa elemen yang di sebut maceral.

     Jika dilihat dari sisi unsur-unsur yang membentuknya, komponen batubara ini terdiri dari unsur-unsur carbon, hydrogen, nitrogen, sulphur, oxygen serta terdapat juga sedikit unsur zat organik bawaan seperti natrium, kalium dsb yang terikat sebagai bagian dari zat organik.

     Walaupun zat organik batubara merupakan satu-satunya komponen yang menghasilkan kalori namun di dalamnya terdapat beberapa unsur yang dianggap pengotor karena pada proses pembakaran unsur ini dapat menimbulkan polusi. Unsur-unsur tersebut antara lain nitrogen dan sulphur.

     Dalam proses pembakaran nitrogen akan membentuk gas NOx sedangkan sulphur akan membentuk SO2. Sulphur yang ada dalam zat organik ini disebut dengan organik sulpur dan merupakan bagian dari sulphur total batubara, sulfur dalam bentuk ini tidak bisa dipisahkan atau dibersihkan dengan proses mekanis, tapi ada kemungkinan masih bias dipisahkan dengan proses kimia namun biaya mahal.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: